Social Icons

twitterfacebookgoogle plustumblrrss feedemail

Minggu, 29 Mei 2011

Kultwit: Jodoh


Hari itu, kamis, 26 Mei 2011, setelah pagi hingga siang hari bergelut dengan ujian blok, kemudian siang dan sore harinya diisi dengan hibernasi untuk memulihkan headache pasca ujian blok, entah kenapa malam harinya saya terinspirasi membuat kultwit tentang jodoh. Berikut kultwit saya lewat account twitter saya @rahadianfaisal.

Sabtu, 07 Mei 2011

Faidah Hadits ‘Itban


Faidah Hadits ‘Itban
(Kitabut Tauhid, Bab “Keutamaan Tauhid dan Dosa-dosa yang diampuni karenanya”) 

Dibuat untuk memenuhi tugas ma'had al-Ilmi...

ولهما في حديث: عتبان ((فإن الله حرم على النار من قال: لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله))
... Dan keduanya (Imam al-Bukhari dan Imam Muslim) meriwayatkan juga dalam Hadits ‘Itban:
“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala mengharamkan neraka bagi orang yang mengatakan: Laa Ilaaha Illallah (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah) yang dengannya ia hanya mengharapkan wajah Allah semata.”

Rabu, 04 Mei 2011

Macam-Macam Tauhid



Pembagian tauhid memang belum dikenal pada zaman Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam. Akan tetapi, secara hakikat, pengklasifikasian tauhid ini telah ada. Sebagaimana para ulama memunculkan nama berbagai disiplin ilmu agama seperti ilmu nahwu, ilmu shorof, tafsir, dan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan ilmu agama. Pada zaman Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam tidak ada nama-nama disiplin ilmu tersebut, tetapi pada hakikatnya semua itu telah ada pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memang, para shahabat tidak pernah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pelajaran nahwu, shorof, ushul tafsir, ataupun ushul hadits. Tetapi hakikat ilmu ini telah ada dalam ajaran yang disampaikan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.1
Para ulama menjelaskan bahwa tauhid terbagi menjadi tiga, yaitu Tauhid rububiyah, Tauhid uluhiyah, dan Tauhid asma’ wa shifat.

Jumat, 29 April 2011

Copas: Malpraktek Menurut Syariat Islam



Sumber: http://almanhaj.or.id/content/2836/slash/0

Oleh
Ustadz Anas Burhanuddin, MA


MUQADDIMAH

Berobat merupakan salah satu kebutuhan vital umat manusia. Banyak orang rela mengorbankan apa saja untuk mempertahankan kesehatannya atau untuk mendapatkan kesembuhan. Di sisi lain, para dokter adalah manusia biasa yang tidak terlepas dari kesalahan. Demikian juga paramedis yang bekerja di bidang pelayanan kesehatan. Kemajuan teknologi tidak serta merta menjamin menutup pintu kesalahan. Meski pada dasarnya memberikan pelayanann sebagai pengabdian, mereka juga bisa jadi tergoda oleh keuntungan duniawi, sehingga mengabaikan kemaslahatan pasien. 



Karenanya, diperlukan aturan yang adil yang menjamin ketenangan bagi pasien dan pada saat yang sama memberikan kenyamanan bagi para profesional bidang kesehatan dalam bekerja. Tentu Islam sebagai syariat akhir zaman yang sempurna ini telah mengatur semuanya. Tulisan sederhana ini mencoba menggali khazanah literatur para ulama Islam dalam hal persoalan yang akhir-akhir ini mencuat kembali, yakni malpraktek. 

PENGERTIAN MALPRAKTEK
Malpraktek berasal dari kata 'malpractice' dalam bahasa Inggris . Secara harfiah, 'mal' berarti 'salah', dan 'practice' berarti 'pelaksanaan' atau 'tindakan', sehingga malpraktek berarti 'pelaksanaan atau tindakan yang salah' [1]. Jadi, malpraktek adalah tindakan yang salah dalam pelaksanaan suatu profesi. Istilah ini bisa dipakai dalam berbagai bidang, namun lebih sering dipakai dalam dunia kedokteran dan kesehatan. Artikel ini juga hanya akan menyoroti malpraktek di seputar dunia kedokteran saja. 

Kamis, 07 April 2011

Copas: Tips Menjaga Pandangan



Berikut adalah beberapa tips yang membantumu menjaga pandangan:

1. Merasakan bahwa Allah memperhatikanmu, dekat denganmu. Sesungguhnya Dia melihatmu dan Dia mengetahuimu dari segala sisi. Terkadang pandangan yang khianat tidak diketahui oleh temanmu, tetapi Allah mengetahuinya. Allah ta'ala berfirman, "Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi di dalam dada" (QS Ghofir : 19)

2. Meminta pertolongan dan berdo'a kepada-Nya. "Dan Rabb-mu berfirman, "berdoalah kepadaku niscaya aku kabulkan untukmu" (QS Ghofir : 60)

3. Mengetahui bahwa nikmat yang ada padamu semuanya berasal dari Allah -ta'ala-, nikmat-nikmat itu perlu engkau syukuri. Diantara cara mensyukuri nikmat pandangan adalah dengan menjaganya dari perkara-perkara yang Allah haramkan. Bukankan kebaikan itu tidak dibalas kecuali dengan kebaikan? "Apa-apa saja yang ada padamu berupa nikmat, maka itu dari Allah" (QS An Nahl : 53)

4. Bersungguh-sungguh dan membiasakan diri menjaga pandangan dan bersabar terhadapnya, serta tidak berputus asa. "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, akan Kami tunjukkan mereka jalan-jalan Kami" (QS Al Ankabut : 69)
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda, "siapa yang berusaha menjaga kesuciannya, Allah akan menjaga kesuciannya, siapa yang meminta kecukupan Allah akan mencukupinya, siapa yang berusaha sabar Allah akan memberikan kesabaran kepadanya" (HR Bukhori 1400)