Sebagai seorang muslim yang
berstatus sebagai mahasiswa, selain memiliki kewajiban untuk mempelajari
bidang ilmu sesuai dengan jurusan yang kita ambil, kita juga memiliki
kewajiban untuk mempelajari agama kita. Mengkombinasikan keduanya
sejatinya bukanlah hal yang mudah. Agar keduanya dapat berjalan dengan
baik, maka kita perlu mengetahui tips-tipsnya. Berikut beberapa
diantaranya:
Luruskan Niatmu
Hal pertama yang harus kita lakukan agar bisa sukses dalam berkuliah
dan mempelajari agama adalah membaguskan niat kita. Tidak ada gunanya
amal yang kita lakukan jikalah kita tidak ikhlas dalam melakukannya.
Niatkan menuntut belajar agama untuk memperoleh keridoan Allah. Niatkan
pula ketika mendatangi majelis-majelis ilmu agama untuk mendekatkan diri
ke syurga-Nya dan menjauhkan diri dari neraka-Nya. Niatkan juga
berletih-letihnya kita di kuliah agar bisa mendapatkan pengetahuan dan
skill
yang bermanfaat bagi kaum muslimin nantinya. Pun, niatkan mengerjakan
berbagai tugas kuliah untuk menunaikan amanah orang tua yang telah
bersusah payah agar kita bisa kuliah.
Insya Allah, jika niat kita telah baik, maka kita akan lebih
bersemangat dan lebih langgeng dalam menjalani perkuliahan berbarengan
dengan mempelajari agama. Sebaliknya, jika kita tidak ikhlas, maka malas
akan cepat melanda dan kita akan mudah lelah dalam beramal kebaikan.
Bukankah Imam Malik telah mewasiatkan kepada kita bahwa “Segala sesuatu
yang didasari ikhlas karena Allah, pasti akan lebih langgeng” ?
Jaga Semangatmu
Hal yang banyak terjadi pada mahasiswa adalah sangat bersemangat di
awal belajar –baik dalam perkuliahan atau pun belajar agama–, namun
mulai memudar beriring berjalannya waktu. Wajar saja. Namun kewajaran
itu kiranya perlu dibarengi dengan kesenantiasaan menjaga dan memupuk
semangat dalam dada agar tidak padam. Salah satu caranya adalah dengan
senantiasa bergaul dengan teman yang juga bersemangat dalam berkuliah
dan belajar agama, serta carilah lingkungan tempat tinggal yang kondusif
untuk itu.
Cara lainnya untuk hadirkan selalu semangat adalah dengan meneladani
mereka yang telah sanggup sukses di dunia perkuliahan dan sukses juga
dalam mempelajari agama. Ambillah pelajaran dari mereka. Yakinkan pula
diri bahwa kita pun bisa melakukannya.
Insya Allah, dengan melakukan hal-hal itu semangat kita akan tetap terjaga.
Pandai-pandailah Memanfaatkan Waktumu
Katanya mahasiswa itu sibuk dan waktunya sangat terbatas. Apalagi
untuk jurusan-jurusan tertentu. Apa benar? Sebenarnya jawabannya hanya
bergantung pada bagaimana mahasiswa itu mamanajemen waktunya.
Tidak setiap hari kita mendapat tugas yang banyak. Tidak setiap waktu pula kita harus mengerjakan laporan.
Banyak waktu-waktu yang bisa kita manfaatkan untuk mempelajari agama
kita. Sehabis subuh misalnya, kita bisa membaca atau mempelajari
al-qur’an. Di sela-sela waktu kuliah, kita bisa membaca buku. Sepulang
kuliah kita bisa beristirahat sejenak untuk kemudian di sore harinya
kita bisa menghadiri majelis
ta’lim sampai malam hari. Malam hari
kita juga masih bisa manfaatkannya untuk mengerjakan tugas-tugas
kuliah. Dan sebelum tidur kita bisa saja mengulang pelajaran yang telah
didapat. Dengan begitu waktu kita dalam sehari bisa kita manfaatkan
dengan semaksimal mungkin, tidak ada yang tersiakan sedikitpun.
Manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya untuk keberhasilan kuliah
dan mempelajari agama. Hindari sebisanya melakukan sesuatu yang sia-sia
yang tidak ada nilai tambahnya, baik bagi akhirat kita maupun bagi dunia
kita. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah
nasihatkan pada kita: “
Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi).
Semoga Allah memudahkan kita dan meneguhkan hati kita dalam menuntut ilmu agama dan mempelajari ilmu dunia yang bermanfaat.
Wallahu waliyyut taufiq.
Rahadian Faisal
Ditulis untuk
Uleenuha, dipublikasikan ulang oleh
http://rahadianfaisal.blogspot.com/